Buka Gudang Grosir Baju Muslimah Di Kota Depok

Meski busana tokonya sama, namun produk grosir baju muslimah busana muslim yang ditawarkan terbatas sehingga produknya tidak terlalu bervariasi. Jika variasi produk dasar pada saat nilai pelanggan tinggi, konsumen tidak akan tertarik mengunjungi toko yang sama. Hasil penelitian ini menemukan bahwa orang yang berusia muda, sehingga dapat menolak bahwa remaja putri Muslim memiliki kecenderungan untuk tidak berkunjung ke toko yang sama karena selera mereka yang berubah-ubah.

Dengan demikian, produk yang dijual harus mengikuti trend. grosir baju muslimah. (2016) menyatakan bahwa konsumen muda merupakan pembeli yang stylish yang memiliki kecenderungan kuat untuk mengikuti tren fashion terkini. Kepuasan pelanggan bertindak sebagai variabel yang memediasi CPV dengan Niat Binaan. Konsumen Muslim yang memiliki CPV yang baik pada produk tidak akan mengunjungi toko yang sama jika mereka tidak puas pada awalnya.

Buka Gudang Grosir Baju

Bolton dan Drew (1991) menemukan bahwa perilaku perilaku adalah kunci patronase dan dapat dikembangkan dengan meningkatkan pelanggan yang lebih puas dengan menambahkan nilai pada yang diberikan. Dalam penelitian ini, hubungan antara Customer Satisfaction dan Patronage Intention signifikan, penelitian Sadachar dan Fiore (2016) dan Sharma (2015) sebelumnya.

grosir baju muslimah

Menurut penelitian sebelumnya, kepuasan pelanggan adalah kunci utama niat patronase dropship tangan pertama. Pada akhirnya, kepuasan pelanggan dapat mempengaruhi niat pelanggan. Konsumen yang puas dengan suatu produk akan mengunjungi kembali toko yang sama atau mengunjungi produk tersebut kepada orang lain.

Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi manajerial. Pertama, pengusaha toko busana muslim harus memastikan bahwa produk yang dijual memiliki nilai religiusitas yang tinggi dan menjaga kualitas produk sesuai syariah Islam sehingga menghasilkan nilai yang dipersepsikan konsumen tinggi. Jika nilai persepsi konsumen dari produk yang ditawarkan tinggi, mereka akan cenderung mengunjungi kembali toko tersebut.

Menurut Kahle et al. (2005), religiusitas tidak banyak dipelajari dalam penelitian tentang konsumen. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa agama dan religiusitas merupakan landasan nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Religiusitas dapat diukur sebagai sikap kognitif seseorang dimana religiusitas individu dapat bervariasi sesuai dengan minatnya. Oleh karena itu, apabila suatu produk fashion dirasa belum sesuai dengan manfaat religiusitas yang diinginkan konsumen maka CPV tersebut akan rendah. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas yang lebih tinggi akan meningkatkan CPV.

Kedua, perancang busana muslim atau pengusaha yang memproduksi dan menjual busana muslimah harus mengetahui dress code untuk muslimah agar produk yang dijual mengikuti kaidah islam. Religiusitas mempertimbangkan kualitas atau sejauh mana seseorang beragama (Idul Fitri & El-Gohary, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah seseorang yang memiliki religiusitas tinggi akan memiliki kepuasan yang tinggi terhadap produk busana muslim sesuai yang diharapkan. Kualitas suatu produk yang dinilai sesuai dengan religiusitas seseorang akan menciptakan kepuasan yang tinggi.

Ketiga, persepsi positif terhadap produk busana muslim perlu ditanamkan pada pengunjung toko busana muslim agar dapat menimbulkan kepuasan konsumen. Cara yang efektif adalah dengan mengikuti trend fashion dan mengembangkan produk sesuai harapan konsumen yang memiliki religiusitas tinggi.

CPV adalah persepsi tentang apa yang dirasakan pelanggan, dan evaluasi atribut produk, kinerja, dan konsekuensi setelah konsumsi produk akan membuat pelanggan mencapai tujuan mereka dalam berbagai situasi penggunaan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi CPV maka kepuasan konsumen akan semakin tinggi baca lagi.

Keempat, kepuasan pelanggan yang tinggi akan meningkatkan grosir baju muslimah keinginan untuk mengunjungi kembali toko yang sama. Teori sebelumnya mendefinisikan Kepuasan Pelanggan sebagai kunci utama untuk Niat Perlindungan (Hutcheson & Moutinho, 1998; Stank et al., 1999; Taylor & Baker, 1994). Sadachar dan Fiore (2016) mempelajari pengecer India menunjukkan bahwa Kepuasan Pelanggan berpengaruh pada Niat Patronase.